anda pengunjung ke:

Minggu, 14 Agustus 2011

pengalaman membasmi virus shotcut w32/ramnit

Beberapa hari yang lalu notebook adik saya bermasalah, karena setelah dimasukkan USB Flashdisk selalu muncul empat buat shortcut, yaitu Copy of Shortcut to (1).lnk sampai Copy of Shortcut to (4).lnk. dan karena virus tersebut beberapa program yang biasanya digunakan tiba-tiba tidak bisa dijalankan. dugaan saya pasti terinfeksi oleh virus.

Sebenarnya, notebook adik saya itu sudah saya install antivirus avira antivir personal, tapi adik saya belum tahu betapa pentingnta meng-update antivisrus dan juga ketika dia memasukkan USB flashdisk yang belum tentu bersih dari virus.
Segera saya menyiapkan update manual Avira Antivir yang ternyata saat ini ukurannya cukup besar, sekitar 43 MB. Alhamdulillah update manual Avira berhasil dan Avira juga masih bisa berjalan normal. Setelah itu langsung saja saya lakukan Full Scan Hardisk. Setelah selesai, ternyata memang ditemukan banyak file yang terinfeksi virus, W32/Ramnit.C ( virus Ramnit varian C yang menginfeksi file windows 32 bit).

File-file yang terinfeksi virus adalah exe, dll dan juga HTML yang merupakan file-file penting, terutama exe dan dll, karena biasanya merupakan file program atau aplikasi yang biasa kita gunakan. Untuk berjaga-jaga maka semua file yang terinfeksi saya masukkan ke karantina, siapa tahu di internet ada tools untuk memperbaiki file yang terinfeksi virus tersebut.
Setelah googling mencari informasi tentang virus Ramnit.C ini, ternyata belum menemukan tools atau program yang dapat digunakan untuk memperbaiki file yang terinfeksi virus. Sehingga terpaksa mencari solusi lain sampai kemungkinan install ulang windows, karena program atau aplikasi menjadi rusak dan tidak bisa dijalankan
Pada awalnya saya bingung untuk memutuskan install ulang windows-nya, karena banyaknya file .exe dan .dll yang terinfeksi. Selain itu windows akan lebih fresh dan tidak perlu perbaikan-perbaikan sistem lagi. Hal itu mungkin benar, tetapi karena banyaknya program yang sudah di install di komputer membuat saya berfikir ulang, karena setelah install windows, harus menginstall driver dan masih harus menginstall berbagai aplikasi-aplikasi lainnya, jadi cukup memakan waktu dan belum tentu semua program ada masternya.
Alternatif berikutnya adalah me-repair (memperbaiki) installasi windows. Tetapi sebelumnya saya coba memeriksa hasil scan avira, file-file atau program apa saja yang terinfeksi virus. Dengan melihat lokasinya, ternyata tidak semua program terinfeksi, hanya aplikasi-aplikasi yang sering digunakan saja dan beberapa driver komputer. Dan saya lihat sebagian besar file sistem windows masih aman, hanya aplikasi seperti windows media player yang juga terinfeksi. Sehingga sepertinya tidak perlu repair windows.
Selanjutnya program yang .exe atau dll-nya terinfeksi saya uninstall kemudian di install ulang, dengan bantuan revo uninstaller. Termasuk install ulang beberapa driver yang sudah terinfeksi. Setelah semuanya beres, saya ulangi scan windows dengan avira dan hasilnya tidak ada lagi yang terinfeksi, dan pogram-program lainnya juga sudah berjalan lancar.
sekian pengalaman saya.. wassalam


1 komentar:

pengalamn bagus boss ... perlu dicb nih ...., sy biasa scan dari DOS-mode, sptnya lebih asyik ...

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More