anda pengunjung ke:

Aktivasi Windows 8 Enterprise RTM

anda perlu membuka postingan ini jika anda sudah mendownload Windows 8 Enterprise RTM - areklmg.blogspot.com.

Kelebihan dan kelemahan Windows 8

perlu anda ketahui jika ada kelemahan dan kelebihan dari windows 8 jika anda ingin berpindah dari OS lain ke Windows 8 ini - Areklmg.blogspot.com

Tampilan Windows 8

perlu anda ketahui tampilan windows 8. agar anda tidak bingung. - areklmg.blogspot.com

Minggu, 10 April 2011

9 Penyebab Kinerja Komputer Semakin Lambat

Sebagai pengguna komputer, tentu semua ingin kinerja komputer kita bagus, respon cepat, akses data lancar tanpa harus menunggu lama dan sebagainya. Oleh karena itu ada baiknya kita mengetahui apa saja yang menyebabkan atau berpengaruh dengan lambatnya komputer kita. Berikut ulasan ringkas 9 hal yang paling sering menyebabkan kinerja komputer menjadi lambat plus tips atau solusinya.

1.Malware (virus, worm, trojan dsb)
Ketika komputer kita terkena malware ( virus, worm, trojan, dan sejenisnya), sudah hampir dapat dipastikan bahwa kinerja okmputer akan lambat. Virus akan sering menggunakan sumber daya komputer baik RAM atau CPU, termasuk juga senantiasa memantau aktivitas komputer. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kinerja aplikasi lain.
Solusi untuk mencegah ini bagi pengguna Windows adalah menginstall Antivirus dan tidak hanya berhenti disitu saja, tetapi rutin update antivirus tersebut. Jadwalkan paling tidak seminggu sekali jika komputer tidak online. 

2. Spyware, Adware dan Sejenisnya
Jika kita sering menggunakan komputer untuk ber-internet, jika tidak berhati-hati ada kemungkinan komputer bisa terkena spyware. Efeknya mungkin tidak begitu besar dengan kinerja komputer, tetapi bisa berpengaruh pada akses internet, dan berbagai hal yang menganggu kenyamanan berinternet dan yang lebih buruk, data-data penting (user, password, account dll) kita bisa di ketahui oleh si pembuat spyware ini.
Solusi bisa menginstall Anti-spyware yang juga senantiasa update, hanya perlu dipilah-pilah mana yang tidak banyak menggunakan sumber saya (resources) komputer kita, karena tidak jarang Antispyware ini menggunakan CPU dan Memory yang cukup besar. Jika antivirus sudah menyertakan, kita tidak perlu menambah. Atau gunakan versi portable, dan scan dari spyware secara berkala saja.

3. Banyaknya Aplikasi Berjalan di Belakang
Semakin banyak komputer kita dengan software, biasanya akan semakin memperlambat kinerja komputer, meskipun pengaruhnya ada yang relatif kecil dan ada yang besar. Penting untuk diketahui ketika menginstall software, cek apakah ada aplikasi yang senantiasa berjalan di belakang. Hal ini bisa di ketahui dengan program seperti Autoruns.
Solusi dalam hal ini adalah menggunakan sofware yang penting saja, pilih satu software jika ada beberapa software sejenis atau mempunyai fitur hampir sama dan jika ada versi Portable-nya maka bisa menjadi alternatif. Untuk mengurangi program yang berjalan di background, gunakan Autoruns, dan non aktifkan aplikasi background yang tidak penting. Untuk mengatahui apakah aplikasi yang di install akan menjalankan program di belakang, install software sepertiWinPatrol. 

4. Hard Disk (HDD) yang sudah berumur
Ketika komputer kita masih menggunakan Hardisk yang sudah cukup lama (tua), mungkin lebih dari 5 tahun, maka kinerja komputer bisa semakin lambat. Untuk mengecek, kita bisa menggunakan software gratis HDD Tune dan sejenisnya. HDD SATA normal biasanya rata-rata akses read (baca) sekitar 70 – 90 MB/s. Jika misal rata-rata akses HDD dibawah 50 MB/s maka kinerja biasanya akan terasa lambat.
Solusi ketika hardisk sudah sangat lambat, mungkin bisa dicoba dengan full format (awas, backup data terlebih dahulu). Meskipun untuk hardisk tua hal ini biasanya tidak akan banyak membantu, sehingga yang paling baik adalah dengan mengganti hardisk baru, dan jika masih ingin menggunakan hardisk lama, gunakan sebagai secondary hardisk saja.

5. RAM/memory yang pas-pasan
Banyak sedikitnya jumlah RAM/Memori yang kita gunakan memang tidak bisa dibuat standard sama untuk satu komputer dengan komputer lain atau bahkan sistem operasi. Meskipun ketika akan menginstall Windows, ada spesifikasi minimal RAM, tetapi jenis aplikasi yang kita gunakan juga harus diperhitungkan. Untuk mengecek, buka saja Task Manager dan di bagianPerformance periksa PF Usage dan juga Physical Memory yang menunjukkan total Memory fisik (RAM) dan sisa tersedia (Available)
Jika kita tidak sedang menjalankan aplikasi apapun, tetapi sisa RAM tidak lebih dari setengahnya, biasanya kinerja komputer akan lambat, maka harus diperiksa aplikasi apa saja yang menggunakan banyak memory (RAM), secara umum bisa dicek di tab Process, kolomMem Usage. Jika memang RAM kita pas-pasan (misal windows XP dengan RAM 512 MB atau kurang, windows 7 dengan 1 GB RAM), maka solusinya termurah adalah mengurangi aplikasi yang banyak memakan memory. Solusi terbaik adalah Upgrade memory (RAM) (baca:Macam-macam jenis RAM ).


6. Konflik Aplikasi atau program yang di-Instal
Tidak jarang dua aplikasi dalam kategori yang sama bisa berakibat terjadinya konflik, yang semakin memperlambat kinerja komputer. Tanda-tanda terjadi konflik adakan komputer yang bermasalah setelah kita menginstall suatu software, padahal sebelumnya tidak ada masalah. Yang sering terjadi konflik biasanya di kategori software security, semisal antivirus.
Misalnya kita menggunakan 2 antivirus atau lebih. Meskipun beberapa antivirus bisa berjalan bersamaan, tetapi tetap tidak direkomendasikan, kecuali untuk pengguna ahli atau untuk ujicoba. Belum lagi ketika masih harus menginstall software security lainnya.
Jika ada alternatif berbagai software sejenis, maka jika memungkinkan pilih satu saja yang bisa mewakili, dan unggul dalam kinerja dan hasil. Terutama untuk jenis software yang banyak mengakses sumber daya atau sistem operasi.

7. Pemilihan Software Yang Kurang Tepat
Tidak sedikit orang hanya ikut-ikutan (trend) dalam penggunaan software, padahal fitur yang diinginkan sebenarnya terdapat dalam software lain yang kecil dan gratis. Jika spesifikasi komputer kita memang minimal atau kita ingin bekerja dengan cepat, maka pilihlah software yang tepat. Software dengan ukuran besar tidak senantiasa lebih baik dan tepat bagi masing-masing kita. Berikut beberapa contohnya :
Ketika kita hanya ingin burning data ke CD/DVD, solusi tepat bisa menggunakan software ImgBurn yang hanya berukuran sekitar 5 MB atau software burning gratis lainnya yang relatif kecil daripada menginstall Nero Multimedia Suite yang berukuran sekitar 354 MB.
Ketika kita bekerja dengan data terkompresi ( zip, rar ), software gratis seperti 7zip yang hanya berukuran sekitar 1 MB seharusnya sudah mencukupi, daripada menginstall Winzip 15 yang berukuran hampir 13 MB dan juga tidak gratis
Jika menggunakan Photoshop 7 atau CS1/2 sudah mencukupi untuk kebutuhan grafis, maka menginstall Photoshop CS5 perlu difikir ulang, karena spesifikasi yang dibutuhkan cukup tinggi, sehingga kerja bisa semakin lambat.

8. Banyaknya Software Yang Ter-Instal
Meskipun software-software yang di install tidak berjalan di belakang, tetapi hampir setiap software selalu menambahkan entry (data) ke registry, sehingga semakin banyak software yang di install ukuran registry (windows) juga akan semakin besar. Karena registry ini akan di akses baik ketika komputer berjalan maupun sudah berjalan, besar kecilnya juga mempengaruhi ke kecepatan/ waktu respon-nya.
Solusinya adalah menggunakan software yang memang diperlukan saja, Uninstall software yang tidak penting dan gunakan Uninstaller seperti Revo Uninstaller agar proses uninstallasi lebih tuntas. Untuk membersihkan software yang sudah di uninstall, bisa juga menggunakan berbagai Utilities gratis.



9. Penggunaan Efek Windows Yang Berlebih
Windows Xp, Vista maupun windows 7 menyediakan opsi untuk menggunakan tampilan dengan berbagai efek. Jika komputer kita mempunyai spesifikasi yang bagus, tentu berbagai efek ini tidak menjadi masalah, tetapi jika ingin performa cepat, berbagai efek windows bisa di non aktifkan.
Misalnya Untuk windows XP, klik kanan My Computer, pilih tab Advanced dan klik setting bagian Performance. Kita juga melalukan tweak sistem untuk mendapatkan setting yang tepat dan cepat, dengan menggunakan software semisal X-Setup Pro
Sebenarnya selain 9 hal diatas masih banyak sebab lain, seperti berbagai service windows yang berjalan yang sebenarnya tidak diperlukan, pemilihan dan pengaturan hardware yang tidak optimal, space primary disk (misalnya drive C:) yang diambang batas atau hampir habis, dan lainnya .

menghilangkan Autorun.inf


Image
File aneh yang bernama autorun.inf bersarang di flashdisk atau hardisk anda. Bukan file yang mengganggu karena file virus yang mengiringinya sudah mampu dienyahkan. Namun file autorun.inf tidak turut terbuang. Terkadang membuangnya secara manual tidak bisa. Jika itu masalah anda maka anda bisa menggunakan program Autorun.inf check.
Selain fungsi di atas software gratis ini juga mampu mengembalikan Task manager, Folder Options atau Registry Editor (regedit) yang hilang dan juga meng-enablekan System Restore secara cepat dengan hanya menekan tombol-tombol yang tersedia.
Untuk menginstall dan menjalankan program ini komputer anda harus terinstall program .NET 2.0, jika anda belum memilikinya anda bisa download disini
  • Download Autorun.inf Check (108 KB):
    Link 1 (.exe-Ziddu.com) 
    Link 2(.exe-Uploaded.to)

Mengetahui Informasi Lebih Detail CD/DVD-ROM/RW

boxshotCDRecoveryToolbox.jpg (286×385)Salah satu perangkat keras (hardware) komputer/laptop yang mungkin biasa kita gunakan adalah CD/DVD ROM atau RW (ReWritable). Tetapi mungkin sebagian kita tidak begitu mengenal atau tahu spesifikasi detail tentang DVD ROM atau keping DVD yang kita gunakan. Untuk mengetahui spesifikasi komputer secara umum, software seperti speccy mungkin cocok, tetapi untuk urusan CD,DVD atau Blu-ray kita bisa menggunakan VSO Inspector.
VSO Inspector merupakan software gratis yang bisa digunakan untuk mendapatkan informasi detail tentang perangkat (Drive) CD, DVD atau Blu-Ray. Informasi seperti firmware yang digunakan (termasuk tanggal-nya), kecepatan maksimal serta berbagai fitur yang di dukung oleh media ini. Selain itu kita juga bisa mengetahui informasi tentang keping CD/DVD yang kita masukkan.
Beberapa penjelasan tentang tampilan dan fitur dari VSO Inspector adalah sebagai berikut:
  • Device Features, memberikan informasi detail tentang drive CD, DVD atau Blu-ray, seperti : Model, Format baca dan tulis CD/DVD yang didukung, tanggal dan versi firmware yang digunakan, ukuran buffer dan lainnya.
  • Media, memberikan informasi tentang keping CD/DVD yang dimasukkan, seperti : Jenis media, kecepatan tulis yand didukung dengan drive , jumlah layer, kapasitas, dan lainnya.
  • Scan, untuk mengetahui kondisi data yang ada di keping CD atau DVD, termasuk membaca data yang ada per sector.
Jenis media seperti DVD-ROM, DVD+R, DVD+RW, DVD-R dan lainnya. Untuk mengenai perbedaan beberapa jenis DVD atau CD ini, bisa membaca artikel saya sebelumnya Mengenal Perbedaan CD/DVD -R +R RW
Fitur Scan dapat kita gunakan untuk memeriksa apakah ada data yang rusak atau error di keping CD atau DVD kita. Jika ada error maka akan ditampilkan di warna orange atau merah. Jika kita ingin mengecek area tertentu dari keping CD/DVD, kita bisa menggunakan opsi dari tombol Advanced. Jika kita menemukan ada error, maka untuk menyelamatkan data, kita bisa menggunakan software CD Recovery Toolbox.
Jika kita ingin mengetahui spesifikasi lengkap hardware komputer, kita bisa menggunakan software gratis seperti Speccy, termasuk informasi umum mengenai CD/DVD Drive yang terpasang di komputer. Tetapi untuk masalah CD, DVD, atau Blu-Ray Drive dan kepingnya, VSO Inspector memberikan informasi yang lebih detail. Download VSO Inspector ( 2.89 MB)

selamat mencoba dan semoga sukses...

Sabtu, 09 April 2011

recovery (menyelamatkan) data dari CD/DVD yang rusak

Menyimpan data atau dokumen ke CD/DVD merupakan salah satu cara untuk mem-backup dan mengurangi space hardisk di komputer. Tetapi kadang timbul masalah ketika data penting kita tidak bisa terbaca oleh CD/DVD, karena memang keping CD/DVD lama-lama bisa rusak. Bagaimana menyelamatkannya jika hal ini terjadi?

Untuk me-recovery data dari CD/DVD kita bisa menggunakan salah satu software gratis ini, CD Recovery Toolbox.
Sebelum memproses data recovery di CD/DVD maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu mengenai seberapa besar kerusakan Cd/DVD dan kemampuan CD/DVD-ROM/RW yang kita gunakan untuk membaca keping disk tersebut.
Jika kerusakan cukup parah, misalnya seperti keping yang pecah atau terdapat retakan yang cukup besar, maka kemungkinan terbaca kecil. Tetapi jika kerusakan masih ringan, misalnya ada bagian tertentu yang susah terbaca, hal ini masih memungkinkan untuk di selamatkan datanya, meskipun tidak adan jaminan semua data bisa di selamatkan. Faktor lainnya yang berpengaruh adalah Optical disk ( CD/DVD-ROM -RW ) yang sudah berumur, maka kemampuan bacanya akan semakin lemah, dan ini juga kadang yang menyebabkan masalah.
Software gratis ini dibuat untuk me-recovery data dari CD/DVD/HD DVD/Blu-ray disk yang mengalami kerusakan atau susah terbaca. Kerusakan mencakup, goresan, bilahan kecil, terdapat titik kotor atau hitam di beberapa permukaan keping disk dan sejenisnya.
cd-dvd-recovery-toolbox
CD Recovery Toolbox Free akan melakukan scan terhadap file dan folder di keping disk, kemudian akan menampilkan semua daftarnya yang masih memungkinkan di recovery, yang selanjutnya kita bisa memindah data tersebut ke hardisk.
Fitur selengkapnya :
- Recovery informasi dari berbagai keping CD atau DVD
- Recovery file yang lebih besar dari 4 GB
- Mendeteksi kemungkinan space di hardisk yang kurang untuk recovery data.
Program ini kompatibel dengan Windows 98, Windows Me, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows XP SP2, Windows 2003 dan Windows Vista. Dan program installasi hanya berukuran sekitar 672 KB.

Perbedaan CD/DVD -R +R RW

Jika kita pernah membeli sebuah CD/DVD blank (kosong) atau pernah menyimpan data (burning) kedalam keping CD/DVD, kita kadang melihat ada beberapa jenis CD/DVD yang berbeda, seperti CD/DVD -R + R atau RW. Apa maksud tanda minus dan plus serta perbedaan masing-masing jenis keping tersebut? Kemudian sebaiknya jenis mana ketika kita ingin menggunakannya ?

Sebelum membahas mengenai jenis-jenis keping DVD atau CD tersebut, berikut ada beberapa istilah umum berkaitan dengan hal ini yang sebaiknya kita pahami dengan baik.







  • Burning, yaitu proses menyimpan data ke media/keping disk. Disebut burning, karena kita membakar (menulis bit data) lapisan dalam disk dengan sinar laser.
  • Session, merupakan periode waktu ketika sesuatu terjadi, disini adalah file-file yang ditambahkan di disk dalam sekali operasi
  • Single Session, Semua file di dalam disk ditambahkan dalam satu kali operasi
  • Multi Session, beberapa Session ada di dalam disk
Selain itu ada istilah ROM (semisal CD-ROM), merupakan singkatan dari Read Only Memory ( Memori yang hanya dibaca), berarti bahwa informasi yang tersimpan di disk hanya dapat dibaca saja.

Apa beda -R +R dan RW ?
Saat in hampir semua CD/DVD writer sudah bisa menulis dan membaca semua jenis format DVD. Hal ini ditandai dengan adanya logo DVD±RW. Sehingga jika ada logo tersebut, harusnya tidak ada masalah ketika kita memilih jenis -R atau +R. Mengenai penjelasan tanda ini sebagai berikut :
  • R : tanda ‘R’ sendiri merupakan singkatan dari Recordable. Disini disk dapat digunakan untuk menyimpan data dan sebaliknya jika tidak ada tanda R, maka tidak bisa menyimpan.
  • -R : Tanda Minus baik CD/DVD merupakan single session disk. Artinya kita tidak dapat menambahkan data lain jika sudah di gunakan, meskipun masih ada sisa penyimpanan. Kadang ada media yang bisa melakukan penyimpanan Multi session di disk jenis -R ini, tetapi hasilnya tidak semua media mampu membacanya, kadang hanya session pertama yang terbaca atau tidak ada sama sekali.
  • +R : Tanda Plus ditujukan untuk Multisession, artinya kita dapat menggunakan space kosong yang masih tersedia di disk. Setiap session baru dapat ditambahkan di session yang sudah ada atau membuat session baru. Sebagai bonus, ketika session baru disimpan, dapat memerintahkan untuk “menghapus” session yang lama. Hapus ini maksudnya memerintahkan media player untuk mengabaikan isi datanya.
  • RW : merupakan singkatan dari ReWritable, artinya disk ini menggunakan material khusus sehingga datanya dapat dihapus kemudian digunakan untuk menyimpan data baru atau dapat juga di tumpuk dengan data lain. Ada batasan tertentu seberapa banyak (kali) penghapusan data bisa dilakukan.
Selain itu DVD+R mempunyai beberapa kelebihan, seperti misalnya lebih akurat pada kecepatan tinggi dibanding DVD-R, kemudian juga manajemen error yang lebih baik, serta hasil burning (penyimpanan) data mempunyai tingkat kerusakan yang lebih kecil.

Melihat perbedaan diatas, maka DVD+R mempunyai keunggulan dibanding DVD-R, sehingga biasanya harganya pun lebih mahal dan mempunyai beberapa keunggulan. Tetapi karena DVD-R lebih dulu hadir ( 5 tahun ) daripada DVD+R, maka format ini kadang yang sering digunakan (lebijh mendukung media player lama).



semoga bermanfaat dan semoga sukses...

apa itu chipset?


setelah mencoba memposting banyak artikel yang berbahasa inggris. ternyata masih juga blog saya ini ditolak oleh GoogleAdsense. jadi, saya nyerah saja. kembali ke postingan berbahasa indonesia. kali ini saya memposting artikel yang mungkin semua orang sudah tahu. "apa itu Chipset?" apakah anda tahu? kalau belum tahu silahkan anda baca ini. 



Chipset adalah kumpulan microchip yang dirancang untuk bekerja sama untuk melakukan fungsi tertentu. Chipset dapat ditemukan di komputer, smartphone, peralatan jaringan nirkabel, dan jenis lain dari perangkat elektronik. Sebuah chipset sering dirancang khusus untuk bekerja dengan komponen tertentu, seperti satu unit processor atau CPU. Chipset melakukan fungsi yang berbeda tergantung pada dam maksud produsen.

Walaupun ada persamaan, tetapi CPU komputer yang dirancang untuk mampu menangani berbagai jenis perhitungan, sementara chipset biasanya dirancang untuk fungsi yang sangat spesifik. Koleksi-koleksi unik dari sirkuit sering bekerja di belakang layar untuk mengelola komponen kompleks yang banyak ditemukan di dalam elektronik modern. Dalam sebuah komputer pribadi (PC) misalnya, chipset yang mengontrol interaksi antara memori, CPU, dan bagian lain dari komputer.

Jumlah microchip dalam sebuah chipset PC saat ini sangat kompleks dan telah berkembang. Sementara chipset awal memiliki sebanyak lima chip, chipset modern sering hanya berisi dua: satu untuk Northbridge yang mengelola memori dan penghubung langsung ke CPU dan Southbridge terhubung ke Northbridge yang menangani komponen lainnya. Beberapa motherboard terbaru telah menggantikan Northbridge/Southbridge dengan microchip tunggal, walaupun chip tunggal masih disebut sebagai sebuah chipset.

Sebuah chipset juga dapat memberikan fungsionalitas khusus untuk beberapa perangkat. Di dalam smartphone, hal itu mungkin memberikan kemampuan Global Positioning System (GPS). Chipset nirkabel di dalam perangkat jaringan Wi-Fi mengontrol data siaran radio ke perangkat Wi-Fi lainnya. Dalam versi audio, Chipset adalah bagian dari kartu suara atau dibangun menjadi sebuah motherboard PC, mengubah sinyal digital menjadi suara analog.

Persyaratan kompleksitas dan unik chip ini membuat desain dan pembuatan menjadi sangat khusus. Perusahaan-perusahaan menjual beberapa rancangan mereka untuk banyak vendor hardware yang berbeda. Ini berarti bahwa persaingan keras dari berbagai produsen mungkin didukung oleh set microchip yang sama. Ini memiliki kelebihan bagi pengguna akhir sebagai driver chipset yang sama kadang-kadang dapat dimanfaatkan di seluruh hardware yang berbeda.

Chipset dapat ditemukan dalam elektronik lainnya juga. Sebuah printer atau scanner mungkin berisi salah satu yang dirancang khusus untuk mengontrol perangkat keras internal. Home theater seperti pemutar Blu-ray Disc berisi chipset yang memungkinkan pemutaran video dan audio. Bahkan produk tampaknya sederhana seperti kabel komputer dan adaptor mungkin saja ada chipset di dalamnya.

Windows 8 to Support ARM


The rumors are true: Microsoft has announced that the next version ofWindows will support ARM-based devices.
Windows currently supports the x86 architecture utilized by Intel and AMD’s processors. However, Microsoft is making it clear that the next iteration of Windows (Windows 8, we’ll call it) will also support the System on a Chip (SoC) architecture, including the one designed by ARM.
More specifically, Windows 8 will support ARM-based systems from NVIDIA, Qualcomm and Texas Instruments. The upcoming version of Windows is separate from the Windows Phone 7 OS, which already powers mobile phones utilizing the ARM architecture.
“With today’s announcement, we’re showing the flexibility and resiliency of Windows through the power of software and a commitment to world-class engineering,” said President of WIndows Live Division Steven Sinofsky.
Word first leaked of Microsoft’s intention to support ARM last month. The move provides a version of the OS that can run on low-power devices, especially tablet computers.

Spy Shots: Windows 8 With a Ribbon Interface? [GALLERY]


Microsoft is experimenting with a ribbon interface for parts of Windows8, and we have a gallery of leaked screenshots showing examples of an early build.
Microsoft Word users are already familiar with the idea of a ribbon interface, where a tabbed and extra-tall toolbar resides at the top of the page, offering dynamic groups of icons in an attempt to make the user interface more efficient. Microsoft also added the ribbon interface to a couple of applets within Windows 7, including Paint and WordPad.
We’ve already shown you leaked pics of Windows 8′s taskbar, but what we see here are experiments with Windows Explorer (for you Mac users, that’s the Windows version of the Finder), adding various groups of tabbed ribbons at the top of the window. As you’ll see in the gallery, these leaked pics, courtesy of our new pals at WithinWindows, show a UI that’s very much under construction, with most of the future icons substituted by mere placeholders so far.
We also included a bonus screenshot in the gallery, a peek at the Windows 8 login screen that was revealed on Friday and many thought was an April Fools’ Day joke. While it’s been confirmed as the real thing by a fewdifferent sites, we’re thinking its design will probably change before Windows 8 hits the streets, which we’ve heard might happen in early 2012.
None of this is too pretty yet. We’re giving this artwork the benefit of the doubt, because Windows 8 is still in its early developmental stages. But we’ve gotten used to the ribbon interface in Microsoft Office 2007, and can understand its inherent efficiency. It gives interface designers a way to place lots of controls within easy reach, rather than burying them under multiple menus.
On the other hand, with today’s wider screens, it doesn’t seem to make a lot of sense to use up even more vertical space on user interface elements.

What Will the Smartphone Market Look Like in 2015?


Google and Apple are in a heated battle for control of the world’s smartphone market, but which mobile OS will reign supreme down the road?
That’s the question research and analyst firm Gartner is trying to answer. Its most recent prediction is turning some heads, though: Microsoft Windows Phone 7 will overtake Apple iOS market share by 2015. Not only that, but Gartner believes Android will control nearly 50% of the mobile smartphone market within two years.
In its most recent predictions report, Gartner claims Android will jump from 38.5% market share this year to 49.2% in 2012. That’s more than double its 22.7% market share in 2010. Needless to say, it’s a shocking conclusion.
Just as mind-boggling is the conclusion that iOS will actually peak in market share this year at 19.4%, then drop to 18.9% next year and 17.2% by 2015. Windows Phone, on the other hand, will grow from 5.6% this year to 10.8% next year and eventually reach 19.5% in 2015, according to the research firm’s estimates. BlackBerryis destined for a slow decline, dropping from 13.4% this year to 11.1% in 2015.

A Window into the Future

Of course, these are just estimates from one research firm in a very chaotic market. Case-in-point: seven months ago, Gartner predicted that Symbian would be the top OS in 2014 with 30.2% market share, Windows Phone 7 would just have 3.9% of the market in 2014, and Apple would only have 14.9%. Of course, these predictions came before Microsoft and Nokia struck their Windows Phone 7 deal, essentially dooming Symbian.
Some of the firm’s assumptions are tough to swallow as well. As Asymco points out, Gartner assumes Apple is interesting maintaining margins over increasing market share and RIM will migrate from BlackBerry OS to QNX by 2012.
Apple though is testing cheaper phones and seems to have learned from its mistakes competing with Microsoft during the Mac vs. PC years. RIM only acquired QNX Software last year. We believe it will take more time for RIM to fully integrate QNX software into its devices. 2012 is too aggressive.
Still, Gartner’s analysis provides an interesting window into the future of mobile. Android is showing no signs of slowing down, and it’s too early to tell how the Nokia-Microsoft partnership will play out. And there’s always the chance of another acquisition, merger or partnership that shakes up the industry.

AP Union Tells Members to Stop Tweeting


As contract negotiations resume between executives for the AP wire services and the News Media Guild, the labor union is calling for a “tweet-out.”
While the parties prepare to meet for negotiations on Monday and Tuesday, the News Media Guild is telling union employees of theAssociated Press: “Don’t post Tweets or Facebook any links to any AP stories. This is only for those NOT required to tweet as part of their job,” according to an e-mail obtained by Poynter.
Reporters are not generally required to share their stories via social media, according to CNN; it’s more a matter of graciously supporting one’s company, or self-promotion.
While the tweet-out is only one part of the planned protests — in the past, AP journalists nixed their namesfrom their stories and photos.
Granted, this latest strategy is more of an attention-grabbing stunt than an actual detriment to the AP (it’s a newswire, so AP stories are featured on, and tweeted by, many other sites), but it does demonstrate the growing importance of social when it comes to news media.
We reached out to the AP for comment and it directed us toward a memo, which was sent out on Thursday night, saying: “Since January, we have said at the negotiating table and in our notes to the field that this change must be enacted soon if we are to fund the projects AP needs to maintain our market position and to prevent further erosion of our revenue. External competition to our news business remains fierce, and we must have the cash to be able to maintain our competitive advantage.”

Why Users Are More Engaged With Social Media on Fridays


Rebecca Black‘s not the only one who thinks there’s something special about Friday. Two separate pieces of research out this week show that the end of the work week is the best time to get traction on status updates and tweets.
Analyzing more than 200 of its clients’ Facebook pages over a 14-day period, Buddy Media found that engagement on Thursdays and Fridays was 18% higher than the rest of the week, and that engagement was actually even better on Thursday than on Friday. Meanwhile, Twitter Chief Revenue Officer Adam Bain — speaking at the Ad Age Digital conference earlier this week — said that Twitter users are more engaged with tweets on Fridays.
The reason is fairly obvious, says Jeremiah Owyang, a partner at the Altimeter Group: “People are heading into the weekend so they’re thinking about things besides work. They’re mentally checking out and transitioning to the weekend.”
Rick Liebling, director of digital strategy at Coyne PR, concurs: “It’s a matter of people finally pushing past the work week and coasting toward the weekend, picking their head up a bit to see what’s going on and what their friends are up to.”
However, Liebling adds that there might be another factor at work: There may be fewer posts overall on Fridays, which means a greater number of average click-throughs.
Dan Zarrella, a social media scientist at HubSpot, agrees with that assessment. “I call it ‘contra-competitive timing,’” Zarrella says. “As the overall activity seems to slow down from the hustle and bustle of the week, readers can give each tweet more attention because there are fewer other tweets fighting for it.”
Whatever the case, the fact that Thursdays and Fridays are the best days of the week for engagement isn’t yet common knowledge among marketers. As Buddy Media CEO Michael Lazerow also noted at the Ad Age Digital conference, most brands are similarly unaware that their status updates will get more pickup if they’re posted after work hours.
But Owyang says that what’s generally true may not be applicable to many marketers, anyway. For instance, “Friday may not be the best time for the B2B audience because they’re checking out mentally.” Similarly, Lazerow said that for movie companies, the weekend is the sweet spot, but for other media companies, Monday is the worst day of the week. “It’s the noisiest time to post,” Lazerow said.

5 Ways to Improve Your International SEO Strategy


planet imageLiz Elting is co-founder and co-CEO of TransPerfect, the world’s largest privately held provider of language and business services.
Web users in the Middle East, Asia, the Americas and Europe have embraced Facebook, Twitter and other social platforms as vehicles for communication, commerce, and revolution. If North American-based businesses are to reach this rapidly expanding, increasingly sophisticated Internet audience, they must get smarter about international search engine optimization (ISEO).
Just like domestic SEO, international SEO aims to boost the likelihood that a particular website will rise to the top of search results, thereby enabling increased conversion rates. The challenge internationally is selecting the right SEO strategies for an enormous number of locales, cultural norms and languages. Here are some key points to consider when tackling ISEO.

1. Humans Beat Machine Translation

Even with adequate time for review and planning, machines can make small errors in localization that have significant consequences. The pressure to get it right via social media is exponentially greater, since time is short and engagement expectations are high. Brands need human experts who can quickly identify faults in automated translations and repair them before damage occurs in important markets. This is also true for accompanying imagery, which can convey unintended messages if not properly vetted.

2. Learn Vernacular and Optimize Keywords Accordingly

Whether a user seeks out information via a regional search engine or through Facebook pages or Twitter hashtags, the company looking for that prospect must anticipate the phrases he or she will employ. For example, a young person in one part of the world may search for shoes using a slang term, such as, “tennis shoes,” “sneakers” or “kicks.”
No two search engines use the exact same algorithm to produce organic results. The techniques required to optimize for Chinese search engine Baidu, for example, may be vastly different from those needed to optimize for Google. Businesses that want to reach targeted users need expertise not only in language, but also in culture and technology. This is one reason why enterprises must adopt an integrated approach to ISEO that determines the right wording and creates consistent, relevant messages in ads, landing pages, social media posts and search engine marketing.

3. Make Every Character Count

Improving the visibility of a website abroad — which demands knowledge of regional cultures, dominant local search engines and top keywords — starts with translation. Effective localization requires more than plugging words into a bot that spits out literal interpretations. This is certainly true for global websites, but the importance of connotation intensifies as communication gets more compact. Twitter’s strict length parameters, for example, make every character choice a critical one, particularly when you consider that English text can expand in character count when translated into other languages. Translating for this kind of platform requires not only timesaving software solutions, but seasoned human translators, as well.
Multi-language tweets can be a valuable tool in numerous communities around the world, but 140 characters in English do not neatly translate into 140 characters in Arabic, for example. To communicate convincingly with multilingual audiences via social networks, companies need more human involvement. Engagement is key.

4. Register a Local Domain and Apply ISEO

Global search marketing requires local domain and IP registration, as well as meaningful and fresh content that is keyword-specific. It demands descriptive tagging, rich media, social media distribution and internal and external links. These elements must take into account the search habits of target audiences and the algorithms of the search engines they are most likely to use. There is little value in going live with a website that is not optimized with these needs in mind. Only when ISEO and design are done in conjunction can a business be certain that customers will find it online. This principle applies to social media as well.

5. Get to Know Your Audience

Internet World Stats show that 86% of web users live outside North America. Many of them speak languages other than English, and capturing their business depends upon quality website translation, localization, and smarter ISEO. Increasingly, that business opportunity also hinges on extending multilingual campaigns to social media platforms, such as Facebook and Twitter.
To break into promising regions in the Americas, the Middle East, Europe and Asia, enterprises are applying these principles to all of their electronic communication points with customers, and therefore maximizing their prospects for success.
Know your audience’s lingo, its concerns and its preferred platforms so it can quickly and easily find and do business with you. Use social media to show that your company took the time and effort to communicate with global customers in a meaningful and authentic manner.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More